Penggalangan Dana untuk Bantu Ulin ( Warga Carbalung ) dari Kelumpuhan Lewat Kitabisa.com



Halo sedulur semuanya, apakabar ? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya, amin. Sedulur, saya ingin bertanya, jika kalian sakit, misalnya sampai harus terbaring di rumah sakit (semoga jangan sampai ya), pasti segala sesuatunya sangat tidak enak. Yang ada di benak kalian saat itu pasti hanya ingin sembuh dan sembuh, iya enggak ? Terlebih jika sakit yang di derita bukan sakit biasa dan cukup mendera fisik dan batin.

Saya pernah mengalami namanya terbaring di rumah sakit. Terbaring selama berhari hari dengan selang infus di tangan, merupakan hal yang sangat saya benci. Bahkan sampai trauma jika harus kembali ke rumah sakit. 

Saat kita sakit, kita sering membayangkan teman-teman yang bisa dengan senangnya kesana kemari bersenda gurau sambil berangan-angan “kapan ya saya bisa sembuh?”. 

Sedulur warga Pacarbalung khususnya, Sidoagung umumnya dan semua pembaca yang budiman. Mungkin dari kalian masih banyak yang belum tahu bahwasanya saudara dan teman kita di Pacarbalung ini, ada salah satu warganya yang sedang tertimpa musibah. Seorang pemuda bernama Muhammad Ulin Nuha Kafa yang di timpa kemalangan karena kecelakaan motor yang di alaminya 2015 lalu. 

Ceritanya begini 

Ulin beserta saudaranya, Mohk. Zaenal Muin. Dok. Muin
Jadi waktu itu sedang di adakan perhelatan akbar dalam rangka HUT RI di bulan Agustus. Dan seperti biasanya, perayaan seringkali di lakukan dengan perlombaan sepak bola di Lapangan Srekitik (kidul ne Pak Lurah Ahmad Komarudin). Dan pas pulangnya jalan sangat ramai oleh penonton karena pertandingan telah usai.  

Yah namanya juga anak muda, jiwanya masih labil. Dan Mas Ulin ini mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di. Untuk menghindari bersenggolan, dia pun nyalib. Namun malah menyenggol pengendara lain dan terjadilah kecelakaan. Lokasi kejadian di timur Balaidesa Sidoagung.

Nah, ini pelajaran buat kalian terutama anak muda, “nek nganggo motor aja ngebut, mbok cilaka”. Karena luka yang di akibatkannya cukup serius, Ulin pun di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan cepat. Sepulangnya dari rumah sakit, ia di rampa-rampa oleh banyak warga karena untuk duduk saja tidak bisa karena lukanya sangat serius. Melihat hal itu semua pun berduka dan mengambil pelajaran dari apa yang di lihatnya. 

Rumah Mas Ulin berada Dusun Pacalbalung RT 05 / RW 03 Desa Sidoagung. Aliasnya berada di sebalah barat Paman Haeri, atau belakang rumah Pak Kimi, atau timur rumah Ibu Kosiyah. Sekarang rumah dalam keadaan kosong tak berpenghuni karena Ulin beserta Ayahnya, Mujiman, tinggal di Jakarta, daerah Kebon Jeruk Jeruk Jakarta Barat.

Ulin di rawat sendirian oleh Ayahnya dalam sebuah kamar kos kecil pemberian bosnya. Saat ini Ayahnya bekerja sebagai kuli di pangkalan pasir. Lokasi mess Ulin dengan tempat kerja Ayahnya berdekatan. Namun saat Ayahnya bekerja, Ulin pun di tinggal sendirian. Bisa Anda bayangkan bagaimana rasanya jadi Ulin yang kemana-mana harus di bantu, seperti ke kamar mandi misalnya karena ia tak bisa berdiri. 

Setiap harinya, pemuda bernama lengkap Muhammad Ulin Nuha Kafa berusia 24 tahun ini setiap harinya hanya duduk dan tiduran di depan televisi. Dan pastinya itu sangat membosankan dan mengagetkan mengingat dulunya ia tidak begini. 

Eh btw memangnya, sakitnya gimana sih ? 

Ulin menderita patah tulang ekor. Ia sudah berobat ke Rumah Sakit PKU Muhammadiya Sruweng untuk ronsen, kemudian di rujuk ke Rumah Sakit  spesialis tulang di Siaga Medika Banyumas dan di rawat intensif selama 1 minggu, untuk kemudian dilakukan penanaman pen. Namun hingga kini, pen belum di keluarkan karena keterbatasan biaya.

Setelahnya, ia di haruskan untuk melakukan kontrol seminggu sekali selama berbulan-bulan yang tentunya sangat memakan biaya. Dan mungkin karena usaha yang dilakukanya belum membuahkan hasil, ia di bawa ke ahli tulang di Sragen sampai 2 kali dan di Gip menggunakan kulit randu. 

Setelahnya Ulin di bawa pulang kerumah dan di rawat oleh pak Mantri Is atau Pak Is selama berbulan bulan. Karena hidup itu butuh biaya, maka Ayahnya pun membawanya ke Jakarta untuk bekerja walaupun keadaannya masih seperti itu. Di tambah lagi hanya di rawat sendirian karena Ayahnya sudah bercerai, tentunya kerepotan pun semakin bertambah. Dan itu sudah terjadi sejak 2015 lalu aliasnya sudah 4 tahun berjalan. 

Wahai sedulur semuanya, berbagi tidak akan membuatmu miskin karena matematika Tuhan tidak sama dengan matematika manusia yang seringkali melawan logika manusia. Jika kita tahu 100 + 100 = 200, maka matematika Tuhan, 500 + 500 bisa jadi 10 juta ataupun 100 juta. Percayalah karena pastinya kalian pernah mengalaminya. 

Saya berasumsi kalian semua adalah orang-orang dermawan yang sukses dan berpenghasilan. Orang bijak berkata, sukses itu bukan hanya tentang  seberapa banyak uang kalian, bukan hanya seberapa banyak harta yang kalian miliki, tapi juga tentang bagaimana membuat orang lain sedikit memiliki harapan. 

Melalui artikel ini, saya ingin mengutarakan isi hati Ulin yang sedang tertimpa musibah yang entah sampai kapan belum tau. Di usianya yang masih produktif, tentunya ia ingin seperti orang-orang, bisa bekerja, dapat penghasilan, ketemu teman-teman, dan lain sebagainya. Sedikit uluran tangan kalian tentunya akan memberikan harapan untuk Ulin dan Ayahnya. Melalui kitabisa.com, menyalurkan bantuan pun jadi lebih mudah. 

Lalu, bagaimana cara melakukanya ? 

Bantu Ulin Mengobati Kelumpuhan melalu kitabisa.com dengn mengkli link ini

Lah ko isinya halaman website gitu Mas, saya gak bisa soal gituan ?

Oke, ini sebenernya gampang banget ko, kalau kalian pernah mendaftar facebook, ini malah lebih mudah dari facebook. 

Jadi untuk mendaftarnya, kalian hanya perlu memasukan Nama Lengkap atau nomor WA jika tidak punya email, pada kolom isian yang di sediakan, kemudian klik daftar. 



Setelah itu, kode konfirmasi akan di kirimkan via WA mu dan masukan untuk mengkonfirmasi pendaftaran, dan pendaftaran selesai. 

Bantuan juga lebih mudah dilakukan karena kitabisa.com juga tersedia dalam aplikasi android dan caranya sama saja. Download aplikasi android kitabisa.com disini

Lalu cara donasinya gimana ? 

Pertama login menggunakan akun kitabisa.com yang sudah di daftarkan tadi, kemudian klik link tadi atau klik disini juga juga bisa. Kemudian akan tampil halaman seperti di bawah ini, klik tombol DONASI SEKARANG. 


Setelah itu akan muncul halaman seperti di bawah ini. Isikan dengan benar.



Kemudian akan muncul halaman pembayaran dan lakukan sebelum tanggal expired pembayaran. Nominal pembayaran juga harus sampai 3 digit terakhir ya biar langsung masuk. Karena jika tidak, pembayaran bisa terhambat. Lihat 3 angka pada kotak dibawah. 



Donasi untuk Ulin sudah terkumpul hampir 5 juta. Fundraiser atau penggalang dana adalah Siti Nur Azizah yang merupakan teman dari Mas Muin. Silahkan hubungi nomor WA Mas Muin di 085602156566 atau di 087715145461 untuk info lebih lanjut 

Oiya, donasi mulai dari 1.000, aliasnya ringan sekali. 100.000 ribu mungkin bagi kalian terbilang kecil dan terbiasa habis untuk jajan. Tapi seribu rupiah akan sangat besar jumlahnya untuk Ulin. 

Tekhnologi semakin berkembang. Membantu sesama kini lebih mudah dengan bantuan lewat kitabisa.com. Bantuan sekecil apapun akan sangat berharga baginya. Terimakasih sedulur sedoyo. Semoga kebaikan semua dibalas oleh yang Maha Kuasa, amin.

Subscribe to receive free email updates:

7 Responses to "Penggalangan Dana untuk Bantu Ulin ( Warga Carbalung ) dari Kelumpuhan Lewat Kitabisa.com"

  1. Untuk sementara hanya bisa memberikan dukungan doa. Semoga bisa terkumpul sesuai dengan harapan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas. Do'a pun sangat berarti untuk kesembuhannya

      Hapus
    2. Terima kasih Mas. Do'a pun sangat berarti untuk kesembuhannya

      Hapus
  2. Semoga Mas Ulin lekas diberi kesembuhan,, :)

    BalasHapus
  3. Semoga Mas Ulin lekas diberi kesembuhan,, :)

    BalasHapus
  4. Semoga Ulin segera bisa dibantu dengan penggalangan dana ini sehingga bisa segera sembuh. Aamiin.

    BalasHapus
  5. Semoga mas Ulin bisa lekas berobat lagi dengan penggalangan dana ini. Lekas sembuh. Aamiin.

    BalasHapus