Jalan Jalan Seru ke Curug Silangit bareng Mahasiswa KKN FISIP UIN Raden Fatah Palembang

Berfoto bersama teman teman mahasiwa. Dokpri
Sebelum mulai bercerita, saya akan bercerita dulu proses di balik layar dari teman teman Mahasiswa ini, okeh…

Sudah sekitar setengah bulan Desa Sidoagung Khususnya Dusun Pacalbalung ini kedatangan tamu istimewa dari mahasiswa dan mahasiswi KKN (Kuliah Kerja Nyata), Fakultas Ilmus Sosial & Politik, Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan. 

Mereka berjumlah 50an orang lebih dan tersebar diberbagai wilayah di Kebumen, seperti di Desa Tanggeran, Desa Kejawang, Desa Pandansari, dan Desa Sidoagung ini. Untuk yang di Desa Sidoagung ini kalau tidak salah mereka ada sekitar 10 orang. 

Sedikit info. Bisanya mereka sampai kesini yaitu karena daerah KKN di wilayahnya sudah penuh. Dan akhirnya mereka tiba di Desa tercinta kita ini. Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Propinsi Jawa Tengah. 

Kata mereka dengan mengambil KKN cepat di semester 6, maka mereka bisa lulus cepat di semester ke 7. Yang artinya, biaya kuliah juga bisa lebih di tekan dan masa studi juga lebih pendek.

Untuk penginapan, mereka tinggal di dua tempat berbeda di sekitar Balaidesa Sidoagung karena mereka terdiri dari laki laki dan perempuan. Kedatangan mereka semua disambut bahagia oleh warga kami, terutama pemuda Iksanda (Ikatan Santri dan Pemuda Masjid Miftahussu’ada) karena kami punya saudara baru dari jauh. 

Foto pas kumpulan. Dokpri
Begitu juga sebaliknya, mereka juga sangat antusias berbaur dengan warga kami terutama para pemudanya. Itu terlihat karena mereka sudah seperti akrab bak teman sendiri. 

Kedatangan mereka kemari juga membuka wawasan baru bagi kami. Karena kami bisa saling sharing mengenai kehidupan masing masing. Budaya, adat, cara hidup, dan lain sebagainya. 

Teman teman mahasiswa juga seringkali dolan atau main berkunjung untuk ke tempat kami. Seperti kemarin nih pas malam minggu 19 Januari 2019, mereka berkumpul bersama teman teman Iksanda untuk menambah keakraban yang berlokasi di gedung TPQ Masjid Miftahussu’ada. 

Untuk teman teman mahasiswa cewek, mereka begitu terlihat sangat akrab dan mudah membaur. Melihat itu, kami sebagai warga pun turut senang karena mereka kerasan dan betah tinggal disini walau hanya sebentar. 

Dan sekarang…. kita akan membahas tentang plesiranya. 

-----------------------------
Jadi kedatangan mereka pas malam minggu tersebut juga karena sedang merencanakan bahwa esok harinya (Minggu 20 Januari 2019) setelah Dhuhur, kita semua akan pergi berwisata ke Curug Silangit. Sebuah air terjun yang rencananya akan di jadikan destinasi wisata nasional oleh warga kami. Doakan saja semoga lancar tanpa halangan suatu apapun. 


Kami berangkat pukul 13.00 siang hari dengan basecamp di rumah kosong dekat kedung laban. Briefing pun dilakukan oleh Mbah Toro (Mas Toro) selaku tetua Banser Pacalbalung. Himbauan di lakukan agar hal hal yang tidak di inginkan tidak terjadi. 

Briefing sebelum berangkat. Dok. Burhan

Briefing selesai, kami pun berangkat menyusuri jalan setapak menuju Curug Silangit. Jalanan licin dan kamipun harus berhati hati agar tidak tergelincir. Oiya, perjalanan kali ini adalah moment yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, hampir semua pemuda ikut dan jumlah kami jadi sangat banyak. Semua riuh dalam kegembiraan sambil asik berselfie selfie dijalan. Di tambah wisatawan lain yang berkunjung, suasana jadi semakin ramai. 

Dalam perjalanan menuju Curug Silangit. Dok. Burhan
Pengalaman ini pastinya akan sangat berkesan, terutama bagi teman teman mahasiswa karena kami bersatu padu dalam keberagaman. Biarpun beda suku, adat dan budaya, tapi kita Satu Indonesia. 

Di sepanjang perjalanan kami banyak melewati batu batu kali berukuran besar dan sumur sumuran yang pastinya asik juga buat mandi. Untuk diketahui, air sepanjang kali Silangit ini cukup bersih. 

Secara sepanjang perjalanan yang merupakan lereng lereng dan bukit, tidak terdapat rumah atau pemukiman warga, sehingga tidak ada sampah atau limbah yang terbuang di kali. 

Bukan hanya itu, warga Desa Kembang Abang yang bermukim daerah atas Curug Silangit pun rata rata sudah sadar akan kebersihan dengan memiliki fasilitas MCK sendiri, sehingga kali Silangit ini memang benar benar bersih.

Sesampainya disana kami pun disambut meriah oleh para pengunjung yang sedang asik mandi. Tak mau ketinggalan, teman teman mahasiswa pun pada ikut nyebur karena penasaran. Dan ternyata sebagian besar dari mereka bisa berenang. Sip deh kalau kayak gitu. 

Selfie di Curug Silangit #1. Dok. Burhan
Selfie di Curug Silangit #2. Dok. Burhan
Selfie di Curug Silangit #3. Dok. Burhan
Selfie di Curug Silangit #4. Dok. Burhan

Selfie di Curug Silangit #5. Dok. Burhan

Karena ada himbauan juga, bahwa yang tidak bisa berenang baiknya jangan mandi. Karena dulu pernah ada korban jiwa disini dikarenakan keberanianya yang tak memikirkan resiko dan kemampuannya sendiri, yang akhirnya justru merugikan mereka sendiri. 

Curug Silangit ini tempatnya cukup menarik. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 15 meter menjadi pesona wisata tersendiri di Desa kami. Dan mungkin akan dijadikan icon wisata Desa kami kelak karena rencana akan di angkat menjadi destinasi wisata nasional yang dikelola pemerintah. 

Di sekelilingnya merupakan lereng lereng yang ditumbuhi banyak pepohonan liar. Para pengunjung seringkali melakukan atraksi dengan melompat dari ketinggian. Mereka itu nyalinya sangat besar. Anjlog alias jungkir balik dari ketinggian puluhan meter itu ngeri, tapi mereka berani dan bisa. Dan ini juga merupakan tontonan asik tersendiri bagi pengunjung lainya. 

Anjlog di Curug Silangit. Dokpri
Belum dinamakan liburan kalau belum berfoto dan berselfie. Saya pun sengaja membawa kamera agar bisa mengabadikan moment kebersamaan istmewa ini. Sepanjang perjalanan pun selalu di jepret sana jepret sini oleh Mas Burhan.

Dan disana inyong ora adus (saya gak mandi) karena sengaja memposisikan diri sebagai sebagai tukang foto walaupun hasilnya apa adanya. Biar mereka terutama teman teman mahasiswa senang karena moment istimewa ini terekam abadi dalam sebuah foto dan akan menjadi kenang kenangan indah tak terlupakan saat mereka kembali ke kampung halamannya. Karena selalu jepret sana sini, terkumpul ada 120 foto. Belum di hp masing masing sehingga jumlahnya semakin banyak. 

Duduk dudukmelepas lelah setelah jauh berjalan. Dok.Burhan
Asik bermandi mandi dan berselfie ria, kami pun bergegas pulang. Eits tapi tunggu dulu, karena masih ada acara lainya, yaitu MAKAN MAKAN hihihi. 

Dingin dan lapar karena habis ceburan di air, hilang seketika karena tim cewek cewek smart seperti Mbak Nita, Mbak Indah, Mbak Tri, Mbak Putri dkk yang pintar masak sudah menyiapkan menu ayam bakar untuk disantap bersama sama, lengkap dengan pempek Palembang dan cukanya yang di buat oleh teman teman mahasiswa cewek. Rasanya sudah pasti enak dan nikmat, apalagi dimakan beramai ramai di pinggir kali. 

Tim cewek mempersiapkan santapan lezat bagi kami semua. Dokpri
Bersantap bersama duh nikmatnya. Dok.Burhan
Jadi ayamnya di bakar di situ. Kami membawa klari (daun kelapa kering) dan juga arang dari rumah beserta bahan makanan lainya. Cara penyajianya pun unik karena menggunakan pelepah pisang yang ditaruh diatas sebuah tikar. Kemudian nasi di tuangkan diatasnya secara merata dan kami semua makan. Ouw nikmat sekali makan beramai ramai seperti ini. 

Selesai makan makan, ternyata jam sudah menunjukan pukul 16.30 dan saatnya kami pulang. Sesekali di tengah jalan kami juga berfoto foto ria karena moment kebersamaan ini belum tentu datang untuk yang kedua kalinya. 

Dan ternyata sampai basecamp parkiran cuaca juga mendung dan turun hujan. Dan mereka pun pamitan untuk kembali ketempat masing masing. Dan beruntunglah karena semua pengunjung juga sudah pulang. Dan akhirnya selesailah jalan jalan kami hari itu, hari yang sangat berkesan dan takkan terlupakan. 

Salam
Pacalbalung – Sidoagung – Sruweng – Kebumen 
Senin, 21 Januari 2019

Subscribe to receive free email updates:

7 Responses to "Jalan Jalan Seru ke Curug Silangit bareng Mahasiswa KKN FISIP UIN Raden Fatah Palembang"

  1. wah semoga saja cepat terrealisasi deh mantul alias mantap betul... maju terus desaku yang tercinta amin ya robb

    BalasHapus
  2. Semoga terwujud desa kita menjadi tempat wisata yang indah dan menyenang kan
    Aamiin...

    BalasHapus
  3. Semoga cpt terwujud jd tmp pariwisata nasional Aamin, salam dr serang banten, prapatan sidoagung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam, semoga bisa cepat terlaksana dan majulah Desa kita, amin. Sehat selalu Kang disana :D

      Hapus
  4. Keren mas, Semoga semakin banyak pendatang untuk berwisata, dan semoga juga saya bisa berkunjung ke Kebumen dan ikutan njebur kayak di foto 😄

    BalasHapus